Perbedaan Kubah Masjid Galvalum dan Kubah Masjid Enamel

Pada kesempatan ini kita  akan memberikan beberapa saran tentang cara membedakan kubah Masjid Enamel dan kubah galvalum dengan mudah. Kubah masjid dengan bahan enamel adalah kubah yang terbuat dari lembaran baja karbon rendah, dicetak dalam bentuk panel dan ditutup dengan lapisan enamel / porselen. Lapisan enamel adalah lapisan pelindung keramik atau kaca yang umumnya diterapkan pada logam. Tujuan dari lapisan enamel adalah untuk memberikan perlindungan pada dasar permukaan logam, untuk mencegah karat yang dapat merusak pelat. Selain melindungi bahan dari oksidasi, tujuan lain dari lapisan enamel adalah untuk mempercantik penampilan sifat-sifat struktur logam, sehingga produk yang dihasilkan menjadi lebih indah dan indah.

Jenis objek ini biasanya digunakan dalam beberapa produk, seperti: peralatan dapur, peralatan rumah tangga, peralatan kamar mandi, pemanas air, dan peralatan laboratorium ilmiah. Kiat untuk membedakan kubah enamel dengan kubah Galvalum atau atap Galvalum yang akan saya jelaskan secara singkat dalam ringkasan di bawah ini. Fitur utama dari kubah enamel adalah tahan korosi, cocok untuk daerah pesisir. Lapisan enamel adalah cara termurah dan termurah untuk melindungi semua produk logam dengan hasil akhir yang sangat lembut dan mengkilap, dan tersedia dalam berbagai pilihan warna. Warna tidak mudah luntur dari sinar matahari. Lapisan enamel sangat tahan panas, karena proses produksinya membutuhkan suhu panas sekitar 800 ° C. Panas sangat tidak mungkin ketika ditempatkan di kubah masjid dengan komponen galfalum. Untuk membuktikan ini, ia langsung terbakar di atas kompor. Jika warna hitam (terbakar) dari pembakaran tidak dapat dibersihkan dengan kain, maka bahannya adalah galvalum. Sebagai bahan galvalum, pelapis hanya dapat digunakan dengan sistem powder coating atau sistem airbrush. Sehingga daya tahan warna yang dihasilkan hanya bertahan sekitar 5 tahun. Sementara warna cat enamel telah menerima jaminan formal dari perusahaan Indonesia yang terkenal, sekitar 15 tahun yang lalu.

Lapisan enamel pertama kali diproduksi di Jerman pada tahun 1840. Metode yang diterapkan masih primitif dibandingkan dengan metode saat ini. Sejak 1930, semua lapisan enamel telah menerapkan sistem dua lapis, yang terdiri dari:

1. Pertama, lapisan dasar yang digunakan untuk melindungi logam dari karat, biasanya hitam.

2. Lapisan atas adalah lapisan warna yang dapat disesuaikan dengan keinginan Anda.

Pilihan bahan untuk lembaran baja karbon rendah (mis. Baja dengan karbon kurang dari 0,005%) adalah bahan baku yang tepat karena dapat menghasilkan warna yang semakin cerah. Sejak pembuatannya, lapisan enamel umumnya digunakan untuk mengecat logam seperti perhiasan, emas, perak, dan tembaga. Lapisan enamel kadang-kadang digunakan oleh arsitektur untuk menutupi panel dinding eksterior untuk membuatnya lebih cerah dan lebih tahan terhadap cuaca buruk. Sedangkan produk cat enamel di ruangan yang biasa kita temukan di mal adalah dinding elevator.

Untuk membangun masjid yang lebih menyukai arsitektur modern, umumnya Anda akan memilih kubah dengan sistem panel enamel. Dan teknologi sistem pemasangan pelat enamel tidak menerapkan penggunaan sistem penusuk kuku (perlu diingat bahwa teknik sistem penusuk kuku membutuhkan waktu sekitar 4 tahun, karena korosi yang menyebabkan pemisahan kuku dengan mudah). Kami akan membantu menjadikan kubah masjid eksklusif, elegan dan menawan, dengan warna yang relatif tahan yang tidak memerlukan perawatan khusus, untuk menghemat biaya perawatan setiap tahun. Oleh karena itu, saran untuk membedakan antara kubah enamel dengan kubah Galvalum atau atap Galvalum yang kami berikan untuk referensi dan pertimbangan Anda sebelum menentukan pilihan bahan untuk pembangunan kubah masjid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *